KBB, (WP),- Saya Endang Wahyu Widiasari sebagai Kepala Sekolah SMPN 2 Cikalongwetan KBB memberikan tanggapan sebagai berikut.
Terkait papan proyek memang betul pada hari itu tidak terpasang dikarenakan dibuka dahulu dikarenakan ada pengerjaan pengecatan/pelaburan dinding/tembok yang belum selesai. Namun, sesungguhnya setelah itu kami pasang kembali setelah pengerjaan selesai.

Terkait bantuan yang kami dapatkan, kami mendapatkan dua rehab ruangan kelas, akan tetapi karena satu kopel ada 3 (tiga) ruangan, jadi untuk atap semua direhab. Rinciannya, yakni: satu kelas hanya rangka dan penutup atap dan 2 kelas untuk dinding dan plesteran, pintu dan jendela, keramik dan lantai, rangka dan penutup atap, rangka dan penutup flapond, pengecetan, electrical listrik dan pekerjaan lain lain, seperti pemasangan prasasti dan pembersihan sisa pekerjaan.
Perlu diketahui, dalam pengerjaan rehabilitasi ruang kelas ini, pihak panitia selalu berkoordinasi dan berkomunikasi baik dengan fasilitator pembangunan dan apapun yang kami kerjakan sesuai dengan gambar yang sudah dibuat dan tercantum dalam RAB.

Dalam hal ini, kami mengucapkan terima kasih atas masukan dari insan media terkait dengan ketiadaan papan pembangunan saat berkunjung ke sekolah. Atas hal tersebut, kami menjadikan sebagai bahan evaluasi untuk menjadi perbaikan kedepannya.
Kami juga sangat berterima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, yang terus mendorong dan mendukung untuk peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah kami, salah satunya dengan program DAK fisik tipe IV pada tahun anggaran 2024 ini.
Demikian kami sampaikan untuk menjadi tahu dan maklum adanya. Red WP (Ilham)***















