Garut, wartapasundan.com|| Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Kabupaten Garut yang berlokasi di Desa Giriawas Kecamatan Cikajang, diketahui miliki peserta didik tidak kurang dari 1200 orang.
Dengan jumlah peserta didik terbilang cukup Gemuk, meski berlokasi di pedesaan. SMAN 4 Garut tentunya menerima bantuan operasional, baik BOSP atau BPMU cukup tinggi.
Dalam penerapan bantuan operasional yang terbilang cukup tinggi tersebut, SMAN 4 Garut malah kini menjadi sorotan. Kecurigaan adanya selisih serta indikasi pembengkakan alokasi anggaran dilontarkan Kaukus Peduli Pendidikan (KPP).
Menurut Ketua KPP, M.Djanu saat kunjungan pihaknya ke Sekolah itu, Kamis (09/01/2025). Djanu memberi keterangan persnya terkait kecurigaan pihaknya yang tersampaikan melalui surat Konfirmasi.
“Kami telah sampaikan surat konfirmasi kepada Kepala SMAN 4 Garut, Enay Sunarya. Untuk kedua kalinya ini kami datang ke sekolah meminta jawaban konfirmasi tersebut” ungkap Djanu.
Dalam lawatan keduanya Djanu didampingi awak media yang diterima bagian Humas sekolah yang menyebut surat telah tersampaikan kepada Kepala sekolah.
“Surat sudah tersampaikan kepada Pak Kepala, kebetulan hari ini pak Kepala sedang dinas luar. Sementara saya tidak mengerti dan berkapasitas untuk menjawab surat tersebut”Ujar Humas.
Kekecewaan lantaran merasa konfirmasi nya tidak di indahkan pihak sekolah, nampak terlihat pada raut wajah Djanu.
“Kami menilai ada kesengajaan pihak sekolah mengabaikan surat konfirmasi yang kami layangkan. Kesan tertutup untuk informasi realisasi anggaran yang sejatinya terbuka untuk publik. Kecurigaan kami makin kuat adanya indikasi penyalahgunaan” Umpatnya.
Bahkan diminta nomor telepon Kepala Sekolah yang bisa dihubungi pun terkesan dirahasiakan. Sehingga KPP meminta kepada Kepala KCD Wilayah XI agar memberikan teguran terhadap bawahannya yang disinyalir abai.
Rep Her***














