Bandung, wartapadundan.com|| Salah satu komponen penerapan Dana Desa (DD) yang tengah gencar dilakukan pemerintah adalah program ketahanan pangan.
Program tersebut digalakkan guna mendongkrak perekonomian masyarakat terutama di pedesaan. Dengan alokasi anggaran sekarangnya 20 persen dari DD yang diterima.
Salah satu penerapan program itu diterapkan di Desa Girimulya Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung untuk peternakan ayam petelor.
Diketahui pada tahun anggaran 2023 dan 2024 Desa Girimulya mengalokasikan DD untuk program itu senilai 200 juta tiap tahun anggaran tersebut.
Memang pada Tahun pertama peternakan ayam petelor terbilang cukup berhasil sehingga pada TA berikutnya kembali dialokasikan anggarannya.
Hanya saja program tersebut dinilai hanya untuk kepentingan Kepala Desa saja, pasalnya Kandang Ayam dibangun diatas lahan pribadi milik Kades.
Tidak hanya itu pengelolaan peternakan dimonopoli oleh kades, warga yang bekerja hanya menerima upah. Pupuk kandangnya pun dijual belikan Kades ke petani. Kendati harga lebih murah, baik telor atau pupuk namun hasil tetap masuk ke kantong pribadi Kades
Adanya informasi yang berkembang dipandang patut untuk ditindaklanjuti, mengingat anggaran DD diperuntukan masyarakat bukan untuk kepentingan pribadi dan jadi ajang bisnis Kades.
Ketika hal itu dikonfirmasi awak media, Kepala Desa Girimulya, Ayi melalui sambungan selulernya. Ayi tidak merespon.
Kepada rekan media lainnya, Ayi malah menampik tudingan tersebut dengan lakukan pembenaran.
“Begitulah resiko jadi Kades, benar pun bisa jadi salah dan sebaliknya. Saya siap dengan segala resiko saat berniat Penerapannya baik” elaknya.
***Firm














