Oleh : Kang Oos Supyadin, SE MM (Pengurus Dewan Adat Kabupaten Garut)
Istilah “Sunda” sudah disebut awal abad ke 1 masehi, secara geografis, dulunya jauh lebih luas dari sekadar merujuk bagian barat Pulau Jawa atau sekarang Provinsi Jawa Barat. Ternyata Sunda melingkupi seluruh Jawa dan bahkan pulau-pulau lainnya di Nusantara.
Kawasan Nusantara pada atlas yang dibuat Giacomo de Rossi pada tahun 1683, misalnya, disebut dengan Isole della Sonda (Kepulauan Sunda). Sementara pada sebuah peta kuno buatan Jerman tahun 1719, kawasan Nusantara dinamakan Die Inseln von Sonte, dan terdapat sebuah gambar yang diberi judul Habitans des Isles dela Sonde (penduduk kepulauan Sunda).
Tidak heran jika beberapa binatang endemik di Jawa pun menggunakan kata “Sunda” dalam nama Latin-nya. Misalnya dua binatang termasyhur dari Jawa, yaitu harimau jawa dan badak jawa. Harimau jawa yg disinyalir sudah punah itu punya nama Latin: Panthera tigris sondaica. Badak jawa, yg masyhur karena bercula satu kini masih hidup di ujung barat Pulau Jawa, bernama Latin Rhinoceros sondaicus.
Semoga tulisan ini bermanfaat
Istilah Nama Sunda Sudah Muncul Sejak Abad 1 Masehi












