Garut,wartapasundan.com|| Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang diterima Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Leles Kabupaten Garut nilainya cukup fantastis, lebih dari 1,3 Miliar.
Nilai tersebut sepadan dengan jumlah peserta didik sebanyak 1256 orang. Berlokasi di jalan raya Leles Bandung-Garut, menjadi sekolah itu jadu etalase kabupaten Garut.
Sayangnya dalam tata kelola penggunaan dana Bos yang terbilang besar itu, SMPN 1 Leles tak luput dari sorotan publik.
Penelusuran awak media ke sekolah itu, Selasa (06/05/2024) berbekal data Dapodik dan Arkas TA 2024. Dicurigai dalam penerapannya tidak rasional. Upaya konfirmasi dilakukan tim media.
Kepala SMPN 1 Leles, Edi Sutisna tidak dapat ditemui. Sejumlah staf yang berada diruang Tata Usaha tidak menyebut pimpinannya kemana. Bahkan tidak ada satu pun staf diruang itu, menerima awak media lazimnya tamu.
Kesan tak bersahabat mereka, dipertontonkan seolah biasa menerima tamu dengan cara seperti itu. Budaya dan adat ketimuran yang ramah sudah tak berlaku lagi diruang itu.
Merasa tak digubris, Awak media keluar ruangan. Menemui salah seorang Staf yang diketahui bernama Sriyandi menjabat sebagai Wakasek bidang Kesiswaan.
Kecurigaan atas data yang dikantongi awak media dalam laporan Arkas Sekolah itu dinilai tidak sinkron. Lagi-lagi, Sriyandi mengaku tidak punya kapasitas untuk menjelaskan penerapan dana Bos.
“Jika materi konfirmasi yang rekan rekan tanyakan seputar penerapan dana Bos, saya tidak berkapasitas untuk menjawab. Akan saya coba sampaikan kepada pak Kepala. Mungkin bisa diagendakan ulang untuk wawancara, tapi sepertinya tidak hari ini’ Jelas Sriyandi.
Sejumlah komponen penggunaan dana bantuan pemerintah pusat yang dicurigai adanya ketimpangan dinilai tak rasional seperti Pengembangan perpustakaan/pojok baca yang habiskan dana Ratusan juta, Faktualnya saat ditelusuri, tidak nampak.
Ihwal itu diperparah dengan adanya pembayaran gaji honor tenaga pendidik/pendidikan. Kendati tercatat dalam Dapodik berjumlah 4 orang. Namun dana yang digelontorkan untuk bayar honor satu tahun anggaran 2024, lebih dari 250 juta,
Indikasi adanya penggelembungan penerapan dana Bos yang terjadi di SMPN 1 Leles, dipandang perlu adanya langkah preventif pihak berkompeten melakukan penyelidikan lebih intensif.
Sejauh ini hingga berita dilansir, Edi Sutisna sebagai Kepala sekolah dan pengguna anggaran belum dapat ditemui untuk diminta keterangannya. Begitupun Bendahara dan operator sekolah seolah menghindar.
** Yusuf
Disinyalir Abaikan Permendikbud Penerapan BOSP SMPN 1 Leles Garut Terkesan Jadi Lahan Bisnis














