Garut, warta pasundan – Kegiatan program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-GAI) yang sejatinya dilaksanakan oleh kelompok masyarakat dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) .
Salah satu penerima manfaat adalah kelompok masyarakat P3A di wilayah Desa Talagasari, Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut.

Proyek pembangunan Kirmir saluran irigasi dengan pagu anggaran senilai 195 Juta itu dilaksanakan di lokasi Kampung Citangtu RW 14.
Penelusuran tim awak media dilokasi kegiatan, Sabtu (30/08/2025. Didapati pembangunan Kirmir tengah dikerjakan oleh sejumlah pekerja.
Sayangnya dilokasi tersebut tidak nampak papan informasi kegiatan seperti lazimnya proyek pemerintah.

Berhasil terkonfirmasi ketua RW 14 Dadang, menyebutkan pihaknya tidak mengetahui, hanya diminta tenaga kerja saja.
“Saya kurang begitu tahu, hanya diminta oleh pelaksana untuk mengadakan tenaga kerja sebanyak 4 Orang warga sini dengan upah 80 Ribu/Orang. Lebih jelasnya nanti coba dengan pelaksana” Ucap Dadang.
Pelaksana kegiatan yang mengaku sebagai ketua P3A, Sumirat, ditempat yang sama berhasil diminta keterangannya.
“Kemarin juga ada yang dari media, untuk baliho proyek sebenarnya sudah terpasang.
Berhubung ke tiup angin kencang, jadi di buka. Saya warga setempat sebagai ketua P3A” ketusnya.
Disinggung perihal anggaran dan pengusung program tersebut, Sumirat menyebut yang lebih paham Kepala Desa.
“Kalau pagu anggarannya 195 Juta, Pengusungnya lebih baik tanyakan ke Pak Kades, kalau tidak salah dari Ade Ginanjar. Jika mau pantau pekerjaan ayo kita sama sama ke lokasi” ketusnya.
Dilokasi kegiatan yang baru berjalan Satu Minggu, volume pekerjaan yang katanya Panjang 500 Meter dengan lebar 40cm itu terlihat gunakan material semen dan pasir yang dinilai tak sesuai spek. Semen merk Garuda dan pasir pasang berkualitas kurang baik.
Sementara papan informasi berbentuk Banner hanya dilipat dan ditenteng oleh Sumirat tidak langsung dipasang. Ketika diminta diperlihatkan oleh awak media untuk di foto, baru dibentangkan dengan dipegang oleh pekerja.
Diakhir pantauan, Sumirat kembali mengarahkan awak media untuk menemui Kades Talagasari, Riki Ismail dikediamannya.
‘Temui saja pak Kades, tadi sudah ditelepon. Sedang ada dirumahnya bersama bendahara” imbuh Sumirat.
Kendati ada kejanggalan, peran serta Kades dalam kegiatan tersebut sebagai apa. Namun untuk lakukan konfirmasi bergegas sambangi kediaman Kades.
Sayangnya Kades Talagasari, Riki seolah menghindar. Tidak dapat ditemui dikediamannya.
Menurut keterangan seorang Wanita di Rumahnya, Riki sedang berobat ke Bandung.
“Pak Kades sedang berobat ke Bandung dari Kemarin” terangnya singkat.
Padahal informasi dari tetangganya, Kades Riki ada dirumahnya. Semalam ada baru pulang kontrol dari RS Borromeus.
Kejanggalan dalam mekanisme serta pengerjaan proyek P3A di Desa Talagasari terkesan tertutup. Disinyalir dimonopoli oleh Kades dan pihak Ke-3?
***Tim













