Kab. Garut (WP),- Dalam waktu dekat GAWAT (Garda wartawan kuat) akan melakukan audensi dengan pihak Dinas pendidikan Kab. Garut yang di fasilitasi oleh komisi 4 terkait pendidikan kesetaraan atau PKBM di mana ada beberapa PKBM yang di sinyalir di jadikan hanya untuk mengeruk keuntungan pribadi tapi kegiatanya diduga Fiktip.
Heru Sugiman sebagai ketua GAWAT ketika di konfirmasi mengenai GAWAT akan menggelar Audensi, Heru membenarkan akan menggelar audensi dengan komisi 4 dalam waktu dekat, di tanya dasar alasanya dia memberikan contoh adanya dugaan praktik-praktik manipulatip yang di lakukan oleh beberapa oknum PKBM seperti salah satu contoh dugaan yang terjadi di PKBM Al-Umah yang beralamat sesuai dapodik di Kp. Cilampuyang, Desa Karang pawitan, Kec. Karang pawitan dalam hal ini GAWAT bukan mempertanyakan masalah perijinan, tetapi di duga
antara data dapodik dengan fakta dilapangan tidak sesuai bahkan ketika di verifikasi dan validasi jauh sekali, dari 223 siswa yang terdata di dapodik yang hadir dalam verifikasi hanya 60 orang itu pun di duga banyak tidak sesuai dengan data asli dan menurut info penilik yang melakukan verfikasi tidak mau menanda tangan,
tetapi yang aneh PKBM AL-UMAH tetap mendapatkan BOSP ratusan juta rupiah dari BOSP yang di gelontorkan pemerintah, dan menurut pernyataan dari masyarakat setempat yang di konfirmasi semisal ketua rt dan tokoh masyarakat kegiatan PKBM AL-UMAH yang fiktip, tidak ada kegiatan belajar mengajar dalam periode waktu tertentu, ketika ada watawan dan LSM melakukan investigasi dan mengendus kebobrokan dan manipulasi PKBM AL-UMAH kepala sekolah PKBM AL-UMAH (Ridwan) dengan lihaynya membuat narasi seolah-olah dia jadi korban dan memutar balik fakta serta menyebarkan berita bohong atau HOAX seolah-olah jadi korban dari para wartawan dan LSM dengan menuduh akan memerasnya, seperti yang di beritakan sebuah media online PEMIKIRAN RAKYAT yang beralamat sama dengan alamat PKBM AL-UMAH, di duga yang menulisnya berita itu kepala sekolah AL-UMAH (Ridwan), di perkuat dugaan dia mantan pekerja sebuah media on line juga,
untuk menutupi dugaan kejahatanya Kepsek AL-UMAH membuat narasi yang menyudutkan wartawan, karena ini menyangkut anggaran ratusan juta rupiah kalau terbongkar dia menyadari resiko yang akan terjadi makanya dia berusaha dengan berbagai cara untuk menuntupi segala kejahatanya, untuk menghindari endusan dari para wartawan dan LSM yang mencari tentang PKBM AL-UMAH itu berpindah pindah tempat dari Kp. Cilampuyang, Desa karangpawitan, sudah terendus kemudian pindah ke perum madani Desa Situ Gede Kec. Karang pawitan dan sekarang pindah lagi ke Kp. Godog, Desa Lebak Agung, Kec. karang pawitan untuk menghilang jejak tetapi alamat yang tertera di dapodik tetap cilampuyang, yang tidak masuk akal di data dapodik dari siswa 223-an, gurunya hanya satu dan jumlah rombel yang banyak sementara di Kp. Cilampuyang bangunanya pun tidak ada, ridwan sebagai Kepsek merangkap oprator,
melihat modus operandinya kemungkinan Kepsek AL-UMAH tidak bekerja sendirian pasti diduga di bantu oleh orang kuat yang punya kebijakan karena begitu mulus dalam pencairan,
Ridwan pernah mengatakan kalau PKBM AL-UMAH bisa mencairkan tanpa verfikasi dan Ridwan pernah mengatakan adanya pungli 35 ribu persiswa yang di pungut oleh ketua rayon masing-masing,
selain itu beredar rumor kalau Ridwan hanya pengola saja tetapi ownernya orang kuat di belakangnya,
mengenai berita bohong yang di sebarkan melalui media online abal-abal yang memfitnah melakukan pemerasan, yang di tuduh diantaranya wartawan Media Pena sakti dll, karena pemberitaan sepihak dan telah memfitnah maka yang bersangkutan akan melaporkan permasalahan ini ke pihak aparat hukum karena sudah melakukan pencemaran nama baik dan pelanggaran UU ITE, untuk mencari semua kebenaran informasi itu makanya GAWAT akan menggelar audensi dalam waktu dekat,” Pungkasnya. ( Red )














