Kab. Tasikmalaya (WP),- Intensitas hujan yang tinggi minggu malam tadi menyebabkan tanah longsor di Dusun : 01/01, Desa Pusparaja, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya. Dampaknya, ruas jalan utama tertutup material longsoran, jalan penghubung Desa Nangtang menuju Desa Pusparaja dan Desa Puspamukti, volume longsoran panjang 20 Meter, Tinggi 15 hingga 20 Meter, Lebar 6 Meter, Ketebalan material kuarang lebih 2 hingga 3 Meter, dampak dari longsoran tersebit menyebabkan Tiang dan kabel Telekomunikasi rusak akibat tertimpa material, dan aktipitas perekonomian warga terganggu terutama angkutan umum dan mobilisasi hasil pertanian.
“Peristiwa tanah longsor terjadi pada Senin (29/09) sekitar pukul 05.00 WIB setelah terjadi hujan lebat yang terus-menerus dengan intensitas tinggi,” Menurut keterangan anggota BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Hendra, Senin (29/09) ketika dikonfirmasi. ”Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” kata Hendra.
Hendra menjelaskan, intensitas curah hujan yang tinggi dalam minggu malam mengguyur wilayah Desa Pusparaja. Hujan mengguyur dengan intensitas tinggi sejak sore hingga malam hari berdampak tebing setinggi 50 meter dengan panjang 20 meter longsor, juga mengakibatkan terjadinya pergerakan dan retakan tanah, dengan panjang retakan 20 meter, lebar 6 meter sampai 10 meter, Tinggi 15 hingga 20 meter dengan ketebalan material 2 hingga 3 meter.
Paska kejadian longsoran, BPBD Kabupaten Tasikmalaya untuk jangka pendek telah merekomendasikan sebagai berikut :
1. Masyarakat di sekitar bencana perlu waspada.
2. Perlu waspada terhadap bencana longsor susulan.
3. Masyarakat di sekitar daerah bencana perlu melakukan kontrol terhadap tanda-tanda gerakan tanah (adanya retakan, keluarnya mata air baru, mata air keruh, pohon-pohon miring, suara gemuruh dalam tanah) serta
4. Mewaspadai apabila terjadi pembendungan aliran sungai (waduk alam) di sepanjang aliran sungai
5. Tidak melakukan penebangan tanaman keras pada lereng
6. Tidak melakukan penggalian secara tegak pada lereng
7. Penataan air permukaan (run off) pada lereng
8. Menyudet genangan-genangan air (pembendungan sungai) pada aliran sungai agar tidak menimbulkan banjir bandang dikemudian hari
9. Sosialisasi bencana (khususnya tanah longsor) di daerah bencana dan sekitarnya oleh Pemerintah setempat.
Selanjutnya untuk rekomendasi jangka panjang yakni :
1. Merubah lahan bencana dan sekitarnya menjadi lahan perkebunan dengan tanaman keras yang berakar kuat dan dalam yang berfungsi dapat menahan lereng
2. Reboisasi lahan kritis di daerah bencana dan sekitarnya (Perhutani)
3. Memasang alat peringatan dini/ alat pantau longsor.
Di tengah cuaca ekstrem yang melanda selama pekan terakhir, BPBD Kabupaten Tasikmalaya menghimbau agar pemerintah daerah dan warga semakin waspada akan terjadinya bencana, khususnya di daerah-daerah rawan,” Pungkasnya.
Rep. Adas Is














