Kab Bandung ( Warga Pasundan ) – Badan Gizi Nasional (BGN) terus berupaya memperkuat pelaksanaan program-program gizi di seluruh Indonesia. Dalam Rapat Konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bandung, Minggu (16/11/2025).
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menyampaikan rencana pembentukan kantor cabang BGN di tingkat provinsi dan kabupaten.
“Nanti akan ada kantor cabang BGN di provinsi dan kabupaten, terdiri dari Dinkes, BPOM, dan kementerian-kementerian lain.
Sehingga koordinasi akan lebih mudah. Misal ada masalah SLHS, bisa langsung ke kantor cabang BGN,” ujar Nanik.
Selain itu, BGN juga akan mengadakan pelatihan untuk SPPG yang rencananya akan dilaksanakan pada hari Sabtu atau Minggu.
Pelatihan ini mewajibkan setiap dapur SPPG memiliki tenaga quality control. “Dari Menpan direkomendasikan sarjana kesehatan masyarakat, sarjana kesehatan, teknologi pangan, ahli gizi, bahkan harus profesor gizi. Ini adalah program presiden,” tambahnya.
Nanik juga mengungkapkan rencana pembentukan tim pakar yang terdiri dari profesor-profesor gizi dari seluruh Indonesia. Tim ini akan memberikan pendidikan kepada kepala SPPG, bagian akuntan, dan pendana, baik secara online maupun offline.
“Kami akan membentuk tim pakar yang terdiri dari profesor-profesor gizi di seluruh Indonesia dari setiap universitas. Mereka akan memberikan pendidikan kepada kepala SPPG, bagian akuntan, dan pendana, sehingga bisa diakses oleh semua.
Kami juga akan membuka konsultasi online. Insya Allah dalam waktu dekat ada 15 profesor ahli gizi yang kami kumpulkan, dan ini akan terus memberikan advice kepada SPPG-SPPG di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Irjen Pol Sony Sonjaya, Wakil BGN, menekankan agar para mitra tidak menjadikan program MBG sebagai ajang mencari keuntungan, melainkan sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat dan negara.
“Tolong betul-betul di mindset tanamkan, bahwa dalam menjalankan SPPG ini, yang kesatu untuk mendukung program pemerintah, lalu yang kedua meningkatkan asupan gizi untuk membangun generasi berkualitas,” ujar Sony.
Ia pun mengingatkan kembali niat dan tujuan utama MBG yakni untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, ibu hamil dan anak sekolah guna mencegah stunting dan malnutrisi, serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif dan berdaya saing sebagai bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045.
“Lalu yang kedua membangkitkan ekonomi daerah dengan memberdayakan UMKM, petani dan peternak lokal sebagai pemasok bahan baku makanan di SPPG dalam program MBG ini,” ujar Sony menegaskan.
Dengan langkah-langkah ini, BGN berharap dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas program-program gizi, serta memastikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat ” Pungkas nya
* Red Ica Warta Pasundan













