Garut — Di tengah tekanan ekonomi yang kian terasa, seorang warga RT 01 RW 06 Desa Ciela Tonggoh, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, berupaya bertahan dengan menjalankan usaha mandiri berupa penjualan sembako sekaligus jasa rental mobil. Usaha tersebut dikelola oleh Dadan (51), seorang kepala keluarga dengan dua orang anak. Dari rumah sederhananya, ia mengandalkan usaha kecil itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, minggu 4/1/2026

Namun, kondisi ekonomi yang tidak stabil membuat pendapatan usahanya mengalami penurunan signifikan. Jika sebelumnya penghasilan bisa mencapai lebih dari Rp1 juta, kini Dadan mengaku hanya memperoleh sekitar Rp500 ribu. “Sebelumnya bisa satu juta lebih, sekarang paling kurang lebih lima ratus ribu,” ungkapnya.
Saat dimintai keterangan oleh awak media, Dadan menyampaikan harapannya agar pemerintah setempat dapat memberikan perhatian kepada pelaku usaha kecil seperti dirinya. Ia juga berharap adanya arahan yang jelas terkait mekanisme atau jalur yang harus ditempuh masyarakat apabila ingin mengajukan permohonan bantuan atau pendampingan usaha. “Kalau memang ada arahan, kami ingin tahu harus melalui apa atau ke mana kami harus mengajukan bantuan,” ujarnya.
Dadan berharap, dengan adanya perhatian dan pembinaan dari pemerintah, usaha kecil yang dijalankannya dapat kembali berkembang dan menjadi penopang ekonomi keluarga di tengah situasi yang serba terbatas.
Rep Azis Korwil Jabar / Misbah – Garut)













