WARTA PASUNDAN , Cirebon, ~• Asep Aktivis pendidikan Cirebon menceritakan fenomena baru-baru ini sejumlah kepala sekolah yang melaporkan oknum wartawan ke aparat penegak hukum karena dugaan pemerasan menimbulkan pertanyaan publik.
Di satu sisi, laporan tersebut merupakan hak setiap warga negara ketika merasa dirugikan. Namun di sisi lain, laporan semacam itu juga dapat membuka aib diri sendiri yang sebelumnya tidak diketahui publik
. Ketika seorang kepala sekolah menyampaikan adanya dugaan permintaan uang, pemberian sejumlah dana, atau tekanan yang dikaitkan dengan pemberitaan atau laporan dumas, maka proses hukum idealnya tidak berhenti pada siapa yang dilaporkan.
Aparat juga perlu menelusuri secara utuh bagaimana komunikasi tersebut terjadi, apa yang menjadi latar belakangnya, serta apakah sebelumnya pernah ada transaksi atau kesepakatan antara pihak sekolah dan pihak yang mengaku sebagai wartawan, sehingga memberikan sejumblah uang kepada waratwan.
Pertanyaan Asep kemudian menjadi lebih luas, jika memang ada dugaan pemerasan, mengapa persoalan tersebut bisa terjadi berulang dan melibatkan lebih dari satu kepala sekolah? Apakah ada pihak yang selama ini merasa takut terhadap pemberitaan? Kalau memang tidak merasa melakukan keslaahan terhadap pengelolaan anggaran kenapa harus takut, dan kenapa harus memberi sejumblah uang kepada waratwan atau LSM
. Ataukah terdapat persoalan lain di balik pengelola anggaran sekolah. Kasus ini sekaligus menjadi momentum untuk membuka persoalan secara terang.
Jangan sampai laporan tentang dugaan pemerasan hanya menjadi pertarungan antara kepala sekolah dan wartawan atau LSM, sementara persoalan yang menjadi latar belakang pemberitaan atau laporan dumas justru tidak pernah diperiksa.
Publik membutuhkan kepastian: apa sebenarnya yang terjadi, siapa yang meminta, siapa yang memberikan, apa tujuannya, dan apakah ada persoalan lain yang selama ini belum terungkap.
Khaerudin dari lembaga LI TIPIKOR pun menambahkan dari apa yang Asep katakan , seharusnya mereka tidak perlu tergesa gesa buat Dumas / laporan . Di telaah dulu , begini ini akan berbalik pada mereka sendiri nantinya . Yang rugi ,
( WRC – REDAKSI ).














